Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ﴿١﴾وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ﴿٢﴾لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴿٣﴾تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ﴿٤﴾سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun Malaikat-Malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [Al-Qadr/97: 1-5]
Malam ini disebut Lailatul Qadar karena merupakan malam yang mulia dan agung, di mana Allah menetapkan segala sesuatu yang akan terjadi dalam satu tahun terkait dengan urusan-urusan bijak.
Para ulama menyebutkan beberapa keutamaan Lailatul Qadar, antara lain:
Malam Lailatul Qadar pasti terjadi di bulan Ramadan, tepatnya pada sepuluh malam terakhir bulan tersebut, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah Radhiyallahu anha, di mana ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan…”