“Kehadiran PKSAI diharapkan akan ada penanganan lebih cepat dan bisa dilakukan deteksi dini,” katanya.
Kepala Perwakilan UNICEF Pulau Jawa, Arie Rukmantara mengatakan, peluncuran pelayanan PKSAI ini merupakan suatu capaian penting yang tidak hanya bagi Kabupaten Blora melainkan juga Indonesia. Terlebih dengan kompleksitas permasalahan kesejahteraan sosial dan perlindungan anak serta berbagai isu yang kerap dihadapi setiap hari.
Role model PKSAI diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, seperti di Aceh dengan tiga daerah, Sulawesi Selatan dengan enam daerah, Jawa Timur dan Jawa Tengah masing-msing empat daerah, NTB dan Sulawesi Tengah sedang dalam proses pembentukan.
"Kami optimistis jika semua pihak berkomitmen untuk bekerja sama, tentu akan menciptakan pemenuhan hak anak serta lingkungan yang Iayak untuk anak-anak," katanya.
Agar mereka bisa tumbuh dan berkembang secara aman, maka semua pihak harus bisa memastikan anak-anak mencapai potensinya. Dia menyadari kerja keras dan tantangan yang menyertai usaha ini, kolaborasi yang kuat antar pihak di Kabupaten Blora akan menjadi pembeda.
Dengan merujuk data tentang kekerasan terhadap anak di Indonesia, maka harus ada upaya konkret yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan itu.
"Jika semua pihak bisa kolaborasi bersama, kami optimistis angka kekerasan terhadap anak bisa terus ditekan. Termasuk melakukan pencegahan sejak dini dengan deteksi anak-anak rentan," katanya.