Bisnis Jualan Baju Bekas Diminati Kalangan Anak Muda di Semarang

Antara
Pameran Markaz Fest yang menghadirkan thrift atau baju bekas di Plasa Simpang Lima, Semarang, Rabu (25/1/2023). Foto: ANTARA/Helena Mutiara.

Pameran atau festival thrift sering dimanfaatkan untuk mendulang rezeki dengan menjajakan baju-baju impor bekas. Sementara informasi kegiatan didapatnya dari media sosial maupun komunitas.

Zain menceritakan awalnya berbisnis thrift saat pandemi Covid-19 yang membuat banyak usaha gulung tikar, sehingga berpikir mencari usaha dengan modal kecil namun menghasilkan untung yang lumayan besar.

Untuk membangun sebuah bisnis thrift shop, Zain menyebutkan modal yang dibutuhkan sekitar Rp4-6 juta, tetapi kesulitannya adalah melewati trial and error saat memilih pakaian yang bagus.

"Kalau acaranya besar ya modalnya besar. Tapi, satu bal baju biasanya start dari harga Rp5 juta. Untuk penghasilan tergantung event thrift-nya ya, kalau besar ya sehari bisa sampai Rp5 juta. Tapi kalau evennya kecil ya minimal Rp1 juta dapat," katanya.

Selain Zain, ada juga Novia Ayu (25) yang membuka usaha thrift bernama Rarepose.co sejak 2022. Usaha berawal dari keinginannya mencari penghasilan tambahan hingga keterusan sampai sekarang.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tren Baru! Ramai Sewa iPhone Mulai Rp100.000 jelang Lebaran di Gunungkidul

57 tahun lalu

Politics Reborn Partai Perindo: Saatnya Anak Muda Bersuara dan Turut Atur Arah Bangsa!

57 tahun lalu

Jaring Anak Bangsa Berkontribusi, Astra SATU Indonesia ke-16 Roadshow ke Sorong

57 tahun lalu

5 Tempat Nongkrong di Kebumen, Nomor 3 Favorit Anak Muda

57 tahun lalu

5 Tempat Nongkrong di Indramayu, Nomor 3 Sistem Pemesanan Scan Barcode di Meja

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal