PEKALONGAN, iNews.id - Ribuan warga Kota Pekalongan menikmati kemeriahan festival balon tradisional pada puncak Syawalan, Rabu (12/6/2019). Puluhan balon warna warni menghias indah langit Kota Batik.
Tradisi tersebut rutin digelar warga di hari ketujuh Lebaran. Warga mulanya mengudarakan balon udara tanpa awak yang berukuran raksasa disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Tradisi itu tentu sangat membahayakan karena bisa merusak rumah dan juga membahayakan keselamatan penerbangan.
Untuk mengurangi penerbangan balon liar yang membawa petasan, otoritas penerbangan yakni Air Navigation (Airnav) Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar festival balon tradisional. Festival balon ini pun diatur khusus yaitu balon ditambatkan sepanjang 30 meter dan tidak diperbolehkan menyalakan petasan.
Warga pun menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal dan diarahkan agar tidak membahayakan keselamatan penerbangan juga warga. Event tersebut menjadi ajang kreasi warga juga bisa untuk menjadi destinasi wisata.
Direktur Utama Airnav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan, festival balon tradisional ini merupakan yang kedua kalinya diadakan dalam rangka menjembatani budaya masyarakat dalam menerbangkan balon udara tradisional dengan keselamatan penerbangan.