Beredar Surat Pengosongan Bangunan Picu Kisruh Keraton Surakarta Kembali Memanas

Bramantyo
Putri Raja PB XII GKR Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) dan Ketua Eksekutif Lembaga Hukum Dewan Adat Keraton Surakarta KPH Eddy S Wirabhumi. (Foto: iNews/Bramantyo)

"Saling mengisi itu lebih baik, daripada berbeda pendapat. Ini yang jadi pedoman sikap keluarga besar keraton dalam rangka mencari solusi persoalan. Sehingga kami memberi ruang seluas-luasnya kepada tim yang ditugaskan Bapak Presiden mencari formula penyelesaian," tuturnya.

Sementara itu, Wirabhumi mengatakan, konsekuensi dalam memberi ruang tersebut, diibaratkan LDA tiarap dari aktivitas yang berhubungan dengan kegiatan keraton. Meski begitu, LDA juga mendorong adanya proses penyelesaian yang komperhensif tersebut.

"Kalau pun ada proses hukum yang berjalan, itu merupakan cara kami agar bisa bertemu untuk saling mengisi. Belajar dari perselisihan di masa lalu, toh pada akhirnya sepakat saling mengisi. Tidak ada tindakan yang justru menciderai kesepakatan itu," ujarnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Kubu Keraton Solo Gelar Halalbihalal Terpisah di Waktu Bersamaan

57 tahun lalu

Rute Kirab Penobatan Raja Baru Keraton Solo, Gusti Purbaya Dilantik Jadi Pakubuwono XIV

57 tahun lalu

Keraton Solo Memanas, Penobatan Gusti Purbaya sebagai PB XIV Diprotes Keluarga

57 tahun lalu

Ribuan Warga Iringi Pemakaman Raja Solo PB XIII di Kedaton Pakubuwanan Imogiri

57 tahun lalu

Penuh Haru, Ribuan Warga Solo Lepas Kepergian Jenazah Sinuhun PB XIII ke Imogiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal