Kemudian PDAM untuk penyediaan dropping air bersih, mengerahkan tim kesehatan dari PMI, Dinas Kesehatan, dan tenaga medis puskesmas pengampu di wilayah masing-masing untuk mengecek kesehatan para pengungsi secara rutin.
Selain di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, beberapa titik pengungsian disiapkan diantaranya di Aula SMK N 1, SMK N 2, SMK N 3, Maasjid Al Karomah, Aula Kelurahan Pasirkratonkramat, Mushola Al-Ghozali,dan sebagainya.
Sedangkan untuk Dapur Umum di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat sendiri, lanjutnya, selain di Stadion Hoegeng, ada 23 titik dapur umum yang didirikan oleh masyarakat setempat secara mandiri.
Disamping itu, di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat juga menerima bantuan 5 buah MCK portable dari Kemenpu-PR melalui BPBD Kota Pekalongan yang diletakkan di Posko Pengungsian Masjid Al-Karomah 2 buah, Kecamatan Pekalongan Barat 2 buah, dan 1 buah diletakkan di Kelurahan Tirto.
“Kebijakan dari Pemkot, Dapur Umum Pusat yang ada beroperasi dari rekan TNI/POLRI untuk membantu khusus pengungsi dalam meyiapkan makanan siap saji. Sedangkan, untuk bantuan yang kami terima dari donatur baik makanan siap saji maupun bahan makanan kami distribusikan ke dapur-dapur umum mandiri untuk melayani warga kami yang tidak mengungsi,” ujarnya.
Salah satu pengungsi di Kecamatan Pekalongan Barat, Kurniaji mengaku pelayanan yang diberikan di Aula Kecamatan Pekalongan Barat sudah baik dari segi pemenuhan kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, hingga penyediaan air bersih,dan lain-lain. Menurutnya, sudah 2 hari ini bersama seluruh keluarganya mengungsi di Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
“Untuk menu makan siap saji sudah cukup baik terpenuhi,pelayanan cek kesehatan juga ada standby dari pihak PMI, Dinkes, Dokkes Polri, maupun petugas kelurahan rutin mengecek, tidurnya juga Alhamdulillah nyaman meskipun beralaskan tikar dibandingkan harus berdiam di rumah, karena di rumah saya sendiri di Tirto RT 06 RW 02 terendam dengan ketinggian air selutut hingga sepaha orang dewasa,” kata Kurniaji.