Begini Konsep Dugderan Sambut Ramadan di Kota Semarang di Tengah Pandemi Corona

Taufik Budi
Tradisi Dugderan menyambut Bulan Suci Ramadan akan tetap digelar Pemkot Semarang di tengah pandemi corona. (Foto: istimewa)

Dengan prosesi sederhana itu, kata Hendi, maka tradisi tetap berjalan sekaligus mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak menciptakan kerumunan. Sebab, pada tradisi dugderan tahun-tahun sebelumnya selalu dipadati ribuan orang dari berbagai daerah.

“Jadi tetap dilakukan (dugderan), tapi konsepnya sangat sederhana. Tidak ada arak-arakan, tidak ada masyarakat yang terlibat, tapi bahwa upaya untuk mengumumkan kepada masyarakat sebentar lagi Ramadan tetap akan dilaksanakan,” ujarnya.

Dugderan merupakan tradisi menyambut Bulan Suci Ramadan di Kota Semarang. Kata ini berasal dari suara bedug yang berbunyi “dug” serta suara meriam yang menggelegar “der”. Oleh karenanya dalam setiap tradidi dugderan akan dilakukan pemukukan bedug serta menyalakan meriam. “Suara meriamnya tetap (ada),” ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
4 hari lalu

Meriah! MPLS di SDN Purwoyoso 1 Semarang Undang Badut Sirkus meski Hanya Dapat 3 Siswa

17 hari lalu

Ledakan Mesin di Pabrik Herbal Semarang, 1 Pekerja Tewas 7 Luka Bakar

23 hari lalu

Viral Siswa SMP di Semarang Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Polisi Turun Tangan

27 hari lalu

Pelaku Curas Ngaku Intel Polisi di Semarang Ditangkap, 1 Masih Buron

28 hari lalu

Polisi Gadungan Culik Penghuni Kos di Semarang, Rampas Motor dan Ponsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal