Ketika itu, tiga pengembara ini berpisah dan menempati tiga wilayah berbeda. Kiai Kolodete membuka pelayanan di Dataran Tinggi Dieng, Kiai Karim memilih wilayah di sekitar Kalibeber, dan Kiai Walik memilih wilayah yang saat ini menjadi Kabupaten Wonosobo.
Ketiga tokoh tersebut kemudian memiliki keluarga dan keturunan yang menjadi penguasa dan juga mendiami wilayah Wonosobo. Salah satunya adalah cucu Kiai Karim yang pernah mendapatkan hadiah dari Keraton Mataram yakni berupa wilayah di Selomerto dan menjadikan dirinya sebagai Tumenggung Jogonegoro. Kemudian dari Selomerto itulah yang menjadi asal usul kata Wonosobo diciptakan.
Di sisi lain banyak yang meyakini bahwa kata Wonosobo berasal dari sebuah dusun di Polobangan, Selomerto. Dusun tersebut bernama Dusun Wanasaba yang didirikan oleh Kiai Wanasaba.
Saat ini Dusun Wanasaba masih ada dan banyak dikunjungi oleh para peziarah yang ingin berdoa di makam Kiai Wanasaba, Kiai Putih, dan Kiai Wan Haji.
Selain itu, berdirinya Wonosobo juga masih berkaitan dengan perang Diponegoro. Disebutkan pada tahun 1825-1830 wilayah Wonosobo pernah menjadi salah satu tempat pertahanan pasukan pendukung Pangeran Diponegoro.