Dia mengungkapkan, ribuan pekerja asing tersebar di beberapa wilayah di antaranya, Jepara, Grobogan, Sukoharjo, Semarang dan Cilacap. Beberapa wilayah seperti Jepara dan Cilacap pun telah melakukan koordinasi terkait pemantauan pekerja asing.
Kepala Dinas Koperasi UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jepara Eriza Yulianto mencatat, ada sekitar 112 WNA asal China bekerja di Jepara. Mereka tersebar di beberapa perusahaan padat karya.
Pada momen Imlek kemarin, sebanyak 43 TKA asal China kembali ke negaranya. Untuk itu, pihaknya serius melakukan pemantauan terhadap mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Jepara Mundrikatun menambahkan, dari hasil pemeriksaan medis belum ditemukan adanya tanda-tanda penularan virus korona terhadap warga asing tersebut.
"Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan selama tiga kali. Pengawasan dilakukan selama 14 hari oleh puskesmas setempat. Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh, fisik dan sebagainya pasien tersebut gejala dan tanda belum terlihat," kata Mundrikatun.