Sementara BL mengaku menyesal atas perlakuannya terhadap kakeknya. “Saya terpaksa memaksa kakek untuk mengemis karena tidak ada uang untuk jajan dan makan. Sepeda satu-satunya yang ia pakai selama ini telah rusak hingga emosi,” ujarnya.
Selama ini BL hanya tinggal bersama kakeknya yang sudah tidak bisa bekerja atau pun berakttivitas. Sang nenek yang menjadi tulang punggung keluarga sudah meninggal sejak setahun lebih, sehingga membuatnya kebingungan.
Pasca ditinggal pergi selamanya oleh neneknya, pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga selalu dibantu oleh tetangga sekitar. Warga melakukan iuran untuk membayar listrik bulanan dan juga memberikan kebutuhan makan minum setiap hari.
BL bercita-cita ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus sekolah dasar nanti. Rencananya BL akan dimasukkan ke pondok pesantren usai lulus.