Kepala Lapas terbuka kelas 2A Kendal, Rusdedy mengatakan, program ini diharapkan menjadi bekal warga binaan setelah keluar nantinya. Termasuk menularkannya kepada orang lain.
Selain guru mengaji, Kemenag Kendal juga akan mendatangkan penyuluh agama untuk memberikan siraman rohani. Harapannya setelah keluar, warga binaan bisa berubah dan tidak mengulangi perbuatannya.
Ketua Fuspaq Kendal, KH Mustamsikin mengatakan, warga binaan sudah ada yang bisa membaca Alquran dan ada yang belum.
“Untuk yang sudah bisa membaca Alquran, targetnya adalah bisa mengajarkannya kepada orang lain saat kembali ke tengah masyarakat,” ucap Mustamsikin.
Sedangkan yang belum bisa, diharapkan menjadi sarana untuk benar-benar mengaji. Sebab hakekatnya, warga binaan di dalam lapas adalah untuk menjadi lebih baik. Mulai dari sikap dan ucapan, maupun perbuatannya.