Menurut Kompol Akbar, kegiatan susur sungai ini hanya melibatkan 249 siswa ini hanya diampu tujuh pembina. Sementara yang ikut langsung dalam susur sungai hanya empat orang.
Dengan kesiapan minim, dan membawa anak dibawah umur mereka lalai. Hingga akhirnya terjadi banjir dan menyeret para korban hingga tewas.
Wakapolres mengatakan kasus ini ini masih bergulir. Tidak tertutup kemungkinan akan muncul tersangka baru dalam kasus tersebut.
Namun penyidik dalam melakukan pemeriksaan melakukan kehati-hatian. Apalagi kasus susur sungai yang menewaskan 10 siswa ini menjadi perhatian nasional.
“Kasus ini masih bergulir dan kita lakukan dengan kehati-hatian,” katanya.