Dari data sementara yang didapat, Ganjar menerangkan bahwa ada sekitar 1.500 warga Jateng yang mengikuti Ijtima Ulama di Gowa. Meski acara dibatalkan, mereka sudah terlanjur sampai di lokasi itu.
"Saya mohon kepada siapapun panjenengan yang kemarin ikut ke Gowa, tolong bantu kami dengan lapor dan mengkarantina diri. Sebab kalau tidak, ini bisa menjadi outbreaks baru di Jateng," ucapnya.
Ganjar mengatakan akan bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Pihaknya juga akan membentuk tim khusus untuk mencari mereka yang mengikuti acara Ijtima Ulama Gowa.
"Termasuk kami memanfaatkan program Jogo Tonggo untuk bisa membantu memberikan informasi apakah di desanya masing-masing ada orang-orang itu," ucapnya.