"Semoga dapat diterima di SMK semi boarding. Saya ambil jurusan Desain Komunikasi Visual karena saya senang dengan jurusan itu. Selain juga bisa membantu ekonomi keluarga. Untuk membantu biaya sekolah. Orangtua kan sudah enggak ada," kata gadis yang berprestasi di cabang olahraga bulutangkis ini.
Dia mengatakan, untuk membiayai sekolah ketika Adel duduk di bangku SMP, dia dibantu oleh sejumlah anggota keluarga lainnya. Jumirah menuturkan, sejak menjadi anak yatim piatu, biaya hidup dan sekolah Adel menjadi tanggung jawabnya.
"Doanya semoga Adel sukses, lancar. Semoga terus lancar buat masa depannya nanti. Kalau mbah enggak ada, kan sendirian. Mudahan sukses. Cita-cita jadi polwan, perawat," ungkapnya.
Sementara itu, oran gtua calon siswa lain, Supriyatun (44) warga Desa/Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, mengatakan rumahnya baru saja didatangi petugas SMKN Jateng. Dia berharap, anaknya yang bernama Alief Fadly Adiviansyah, diterima di SMKN Jateng di Kota Semarang.
"Semangat banget ingin sekolah di sana (SMK Jateng). Katanya, saya ingin berubah. Saya ingin menjadi anak yang lebih baik lagi. Ingin menjadi anak yang benar-benar baik. Menjunjung nama orangtua biar bangga. Semoga anak saya bisa diterima di sana. Saya cuma bisa berharap biar anak saya jadi lebih baik. Harapan saya ingin di sana di SMKN Jateng," ujar Supriyatun menirukan perkataan anaknya.