Agar mereka tidak kembali ke jalan salah, Iwan terus memberikan pemahaman positif. Membangkitkan asa atau harapan selepas menjalani masa hukuman untuk bisa hidup normal bersama orang-orang tersayang, seperti masyarakat kebanyakan.
Selain itu, dia juga memberikan pelatihan keahlian atau skill usaha sebagai bekal diterima masyarakat, keluarga, dan lingkungan. Seperti diajari cara bertani, berternak, serta membuat barang bernilai ekonomi dari limbah.
Usaha Iwan kini membuahkan hasil dengan banyaknya produk-produk kreatif bernilai ekonomi tinggi yang dihasilkan para mantan napi.
"Kini para napi telah memiliki sejumlah usaha ,mulai dari berdagang baju muslim, peci, kitab, membuat lampion dari paralon, hingga membuka praktik bekam," ujar Iwan.
Namun semenjak pandemi Covid-19 melanda, sejumlah napi mengalami kesulitan ekonomi. Banyak di antara napi mengalami masalah pada sisi pemasaran terhadap produk yang mereka buat. Untuk itu perlu uluran tangan pemerintah dalam membantu proses pemasarannya.
"Selama Covid-19 pemasaran usaha dari teman-teman ini sulit, semoga pemerintah bisa membuka celah pemasaran yang bisa mengakomodir produk-produk dari mereka," tutur Iwan. adi haryanto