"Keluarga saya kena dampak semua. Anak saya merasakan sesak nafas, ibu saya juga sering sakit, setelah diperiksa ke dokter karena imbas udara yang kotor dan terhirup ke saluran pernapasan," ujar Rani Santika.
Menurut Rani, kondisi itu terjadi karena setiap hari dari cerobong pabrik asap keluar berwarna hitam pekat. Tidak hanya itu, debu-debu juga berterbangan sampai ke permukiman warga.
Lama kelamaan warga menjadi kesal sehingga sempat mengadukan kondisi tersebut ke pihak perusahaan dan ke Pemda KBB. "Alhamdulillah sekarang udara sudah bersih. Di rumah juga gak keliatan ada debu-debu hitam sisa pembakaran (batu bara)," tuturnya.
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH KBB Zamilia Floreta mengatakan, PT Alloy Indo Nusantara dihentikan sementara lantaran operasional pabrik terbukti tidak didukung dengan alat yang memenuhi standar sehingga menyebabkan pencemaran udara.
"Kami sudah sepakat bahwa perusahaan itu harus berhenti beraktivitas sementara dan memperbaiki cerobong asap sesuai dengan standar pemerintah," kata Zamilia Floreta.