Wabah Difteri di Pangatikan Garut Terjadi Diduga akibat Vaksinasi Rendah 

Agung Bakti Sarasa
Anak menangis saat disuntik vaksin difteri. Rendahnya vaksinasi di Desa Sukahurip, Pangatikan, Garut, diduga jadi penyebab wabah difteri yang menewaskan 7 anak. (FOTO: ILUSTRASI/ISTIMEWA)

"Awal Februari (2023) ada enam (meninggal diduga terkena virus difteri). Lalu tambah satu lagi pada 19 Februari," ujar Dewi Ambarwati.

Tim surveilans Dinkes Jabar, tutur dia, telah terjun ke lapangan bersama Pemkab Garut dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melakukan pemeriksaan kepada masyarakat yang diduga sempat melakukan kontak langsung dengan pasien difteri.

"Jadi anak-anak di usia 15 tahun ke bawah di desa tersebut (Sukahurip) dilakukan outbrake respons. Jadi itu kamit akan suntikan imunisasi difteri semuanya," tutur dia.

Difteri, kata Dewi Ambarwati, adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman dan mudah menular serta dapat menyebabkan kematian dalam waktu 72 jam apabila tidak diberikan andifteri serum. 

"Jadi sebenarnya ini (virus difteri) lebih berbahaya dari Covid-19, tapi tidak semasif covid karena sebenarnya dengan imunisasi (difteri) sudah bisa dicegah," ucap Dewi Ambarwati.

Diketahui, saat ini, tiga anak asal Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan, Garut, masih dirawat intensif di RSUD dr Slamet Garut. Kondisi mereka telah membaik, tetapi tetap harus dirawat selama satu pekan ke depan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

7 Anak di Pangatikan Garut Meninggal akibat Wabah Difteri

57 tahun lalu

3 Anak asal Pangatikan Idap Difteri Dilarikan ke RSUD Garut, Begini Kondisinya saat Ini

57 tahun lalu

Ratusan Warga Demo Pabrik Sepatu di Garut, Blokade Jalan Raya Limbangan

57 tahun lalu

Ribuan Warga Limbangan Garut Serbu Paket Sembako TNI AD

57 tahun lalu

Bantuan Korban Banjir Bandang Garut 2022 Diambil Aparat Kelurahan, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal