Yonandi menyatakan, atas izin kedua belah pihak, pelaku maupun korban, semua sudah islah atau berdamai. Bahkan, korban telah mencabut laporan di kepolisian.
"Alhamdulillah. Mereka sudah berdamai, menyatakan saling minta maaf. Kami menyampaikan kepada keduanya, ini semua tetap bermuara kepada masa depan anak," ujar Yonandi.
Jadi anak-anak, tutur Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, harus dipertahankan. Sekolah menjamin anak-anak yang terlibat dalam kasus itu tetap bersekolah di SMAN 1 Tasikmalaya.
"Tidak boleh gara-gara situasi ini yang hanya beberapa menit saja, mengakibatkan situasi yang berbeda. Poinnya di situ. Masa depan anak ada segalanya," tutur Kepala SMAN 1 Tasikmalaya.
Yonandi mengatakan, saat ini, korban dan pelaku penganiayaan di kelas 11. Jadi masih ada waktu satu tahun lagi untuk menimba ilmu di SMAN 1 Tasikmalaya. Minggu ini, mereka persiapan mengikuti ujian semester.