"Alhamdulillah semuanya bersepakat, berdamai, tidak ada tuntutan lagi. Mulai hari ini, semuanya akan menjaga nama baik semua pihak, sekolah, lembaga lainnya, keluarga, yang terutama menjaga anak-anak," ucapnya.
Terkait isu pelaku merupakan anak pejabat Kemendikbud, Yonandi mengatakan, informasi itu tidak benar.
"Orang tua pelaku memang benar berstatus PNS tapi bukan pejabat Kemendikbud melainkan pejabat di lingkungan salah satu balai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat," ujar Yonandi.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Agung Tri Poerbowo mengatakan, penyidik menerima laporan korban penganiayaan di SMAN 1 Kota Tasikmalaya pada Selasa (16/5/2023). Kasus ini masih dalam penyelidikan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Kedua belah telah dimintai keterangan, termasuk pihak sekolah. Kami akan melaksanakan gelar perkara atas kasus ini untuk menentukan kasus ini naik ke tahap penyidikan atau tidak," kata Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota.