"Sehari sebelumnya ibu pernah menelepon kami anak-anaknya bahwa kami harus pulang ke rumahnya karena takut ada orang yang mengancam membunuhnya. Kalian harus kumpul pada hari Jumat. Dan ternyata betul juga setelah kami kumpul setelah solat Jumat, tapi ibu sudah dalam keadaan meninggal dengan sekujur tubuhnya terbakar hampir seratus persen. Ya Allah!" ujar Sobur.
"Kami tidak tega melihat ibu kondisi seperti itu. Kenapa ada orang yang tega kepada ibu yang usianya sudah lanjut. Kami lelah, sejak empat tahun lalu kami berjuang dari mulai mendatangi Polres Lemahsugih, Polres Majalengka, kami juga mendatangi Polda Jawa Barat bahkan sampai Mabes Polri, tapi sampai detik ini, keadilan itu belum datang juga. Ya Allah!" tuturnya.
"Kemudian kami sudah berkirim surat kepada Bapak Kapolri, Kami juga kirim surat kepada Bapak Presiden. Tapi tidak tahu apakah surat ini nyampai atau tidak. Apakah dengar jeritan batin kami juga, kami tidak tahu. Jangan sampai musibah yang menimpa keluarga kami jangan sampai terulang kepada orang lain karena betapa sakitnya apalagi keadilan belum kami dapatkan sampai sekarang," tutur Sobur.
Sobur menyatakan, merasa tenang setelah pengaduannya diterima kepolisian dan berjanji mengusut kasus dugaan pembunuhan ibu kandungnya empat tahun. "Saya menuntut keadilan agar kasus yang menimpa orang tua saya, ibu kandung saya diselesaikan oleh polisi dan ditemukan pelakunya. Dengan senang hati kami diterima polisi untuk mengklarifikasi kasus dari awal setelah mengirim surat ke Kapolri dan Presiden Jokowi," ujar Sobur.
Sementara itu, Kapolsek Lemahsugih AKP Yuyus Rusyanto mengatakan, petugas mengundang anak korban untuk mengklarifikasi kasus dugaan pembunuhan yang menimpa almarhumah Siti Halimah. Jika ada informasi baru terkait kasus dugaan pembunuhan, petugas akan melakukan penyidikan
"Kami panggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi kasus yang menimpa orang tuanya dan jika ada informasi terbaru akan dilakukan penyidikan," kata Kapolsek Lemahsugih.