“Kami sudah cek ke TKP dan menelusuri keberadaan pelaku. Biasanya pelaku seperti ini tidak hanya beraksi sekali,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (30/7/2025).
Polisi juga sedang menelusuri apakah pelaku memiliki rekam jejak gangguan kejiwaan atau pernah melakukan hal serupa sebelumnya.
Sementara pengakuan ibu korban, pelaku diduga telah beberapa kali melakukan aksi serupa terhadap anak-anak di kompleks tersebut.
“Anak saya pulang sambil nangis,” ujar ibu korban.
Dia menambahkan anaknya kini mengalami trauma berat dan enggan keluar rumah atau makan. Sang ibu berencana melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Bandung.