"Sektor pariwisata ada perlambatan iya, tapi tetap berjalan. Pengunjung masih ada meski dari carrying capacity yang diperbolehkan 50 persen, paling yang datang sekitar setengahnya kurang," ujarnya.
Salah satu yang dilakukan Disparbud KBB adalah dengan memasukan konten-konten objek wisata ke medsos. Kemudian menjalin kerja sama dengan fotograger dan videografer profesional, supaya konten video dan foto yang dimasukan ke medsos punya nilai plus ketika dipromosikan.
"Makanya kami dorong ke pengelola wisata swasta atapun para Pokdarwis untuk mengirimkan foto dan video terbaik destinasi wisata mereka untuk kami promosikan di webasite Disparbud," tutur Ibrahim Aji.