Upacara Adat Sunda untuk Kelahiran, Tanamkan Edukasi Sejak Dini

Asep Supiandi
Upacara adat Sunda untuk kelahiran masih banyak digunakan oleh masyarakat di Tatar Pasundan. Prosesi ritual tersebut sarat akan makna dan nilai. (Foto: Dok)

Bersamaan dengan kelahiran bayi, tembuni kemudian dibersihkan serta diletakan ke dalam pendil atau kendi untuk kemudian diberi bumbu-bumbu yakni garam, asam, serta gula merah. 

Terakhir, pendil ditutup dengan kain putih serta diberi bambu kecil agar kemudian tetap menerima udara.

Tidak cukup sapai di situ, dukun beranak lalu menggendong serta memayungi pendil hingga dikuburkan di area halaman rumah atau dihanyutkan ke sungai secara adat. Upacara penguburan tembuni ini sendiri disertai pembacaan doa untuk memohon keselamatan.

Ada keunikan lain dari prosesi adat ini. Di dekat kuburan tembuni akan diberikan penerang yang terus menyala hingga tali pusat bayi lepas dari area perut atau istilahnya disebut 'puput'

2. Nenjrag Bumi

Upacara adat Sunda kelahiran lainnya adalah nenjrag bumi. Prosesi ini berupa memukulkan alu, atau tongkat tebal dari kayu ke arah bumi. Ritual ini sendiri dilakukan agar bayi kemudian kelak menjadi pemberani, tak mudah takut dan terkejut.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keuntungan Menikah dengan Orang Sunda, Ramah dan Pengertian

57 tahun lalu

Perayaan Idul Adha 1445 H, Keraton Solo Gelar Upacara Adat Grebeg Besar 

57 tahun lalu

Bupati Badung Hadiri Karya Melaspas di Pura Kahyangan Desa dan Puseh Desa Adat Cengkok

57 tahun lalu

Sisindiran Sunda, Komunikasi Verbal Unik dengan Pesan Penuh Makna

57 tahun lalu

Tolak Penghianat Konstitusi, Masyarakat Adat Ritual di Gunung Manglayang Bandung

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal