Bersamaan dengan kelahiran bayi, tembuni kemudian dibersihkan serta diletakan ke dalam pendil atau kendi untuk kemudian diberi bumbu-bumbu yakni garam, asam, serta gula merah.
Terakhir, pendil ditutup dengan kain putih serta diberi bambu kecil agar kemudian tetap menerima udara.
Tidak cukup sapai di situ, dukun beranak lalu menggendong serta memayungi pendil hingga dikuburkan di area halaman rumah atau dihanyutkan ke sungai secara adat. Upacara penguburan tembuni ini sendiri disertai pembacaan doa untuk memohon keselamatan.
Ada keunikan lain dari prosesi adat ini. Di dekat kuburan tembuni akan diberikan penerang yang terus menyala hingga tali pusat bayi lepas dari area perut atau istilahnya disebut 'puput'
Upacara adat Sunda kelahiran lainnya adalah nenjrag bumi. Prosesi ini berupa memukulkan alu, atau tongkat tebal dari kayu ke arah bumi. Ritual ini sendiri dilakukan agar bayi kemudian kelak menjadi pemberani, tak mudah takut dan terkejut.