BANDUNG, iNews.id - Upacara adat Sunda untuk kelahiran bayi kerap dilaksanakan oleh masyarakat di Tatar Pasundan. Prosesi adat itu dilakukan sejak prakelahiran, kelahiran hingga pascakelahiran yang merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan.
Semua rangkaian upacara adat Sunda itu memiliki maksud dan tujuan yang tidak hanya sebatas menekankan pada prosesi ritual. Namun memiliki makna akan harapan orang tua kepada bayi yang dilahirkan di masa yang akan datang.
Lebih utama lagi ada nilai-nilai edukasi yang ditanamkan kepada anak sejak dini sehingga ke depannya menjadi anak yang memiliki jati diri silih asah dan silih asuh.
Upacara adat Sunda untuk kelahiran yang pertama, yakni merawat tembuni atau dilakukan setelah persalinan agar bayi selamat serta berbahagia. Tembuni artinya plasenta bayi atau biasa juga disebut dengan ari-ari.
Tembuni merupakan saudara bayi sehingga tak boleh dibuang secara sembarangan dan harus diperlakukan secara khusus melalui saat mengubur atau Ketika menghanyutkannya.