Selanjutnya, pengguna dapat mengunggah foto kondisi tanaman padi ke aplikasi. Saukat menjelaskan, foto yang diunggah bisa foto yang diambil secara langsung ataupun foto yang tersimpan di galeri ponsel.
Foto yang telah diunggah akan dikirim ke server untuk dianalisis. Dari foto tersebut, server akan menentukan apakah tanaman padi sudah cukup nutrisinya atau belum.
Lebih lanjut Saukat mengatakan, proses analisis foto di server tidak memerlukan waktu yang lama, bergantung pada kondisi sinyal internetnya. Tidak kurang dari 5 menit, analisis foto dapat langsung ditampilkan di aplikasi. “Agar pemrosesan image di server lebih optimal, sebaiknya upload banyak foto dengan beberapa angle,” kata Saukat.
Selain itu, hasil analisis juga bergantung pada kualitas foto yang diunggah. Mimin menjelaskan, aplikasi akan memberi peringatan apabila foto tidak memadai untuk dianalisis, contohnya buram. Ke depan, Mimin dan tim juga akan mengembangkan aplikasi dengan kemampuan mengolah foto lebih presisi untuk menghasilkan analisis yang lebih presisi pula.
Penelitian aplikasi ini bekerja sama dengan Yanmar Environmental Sustainability Support Association (YESSA) di Jepang selaku pemberi hibah. Selama dua tahun, tim terus mengembangkan aplikasi dan menambahkan sejumlah fitur terbaru.