Perilaku Lee dianggap membantu orang-orang yang berusaha menghancurkan sosialisme di Korea Utara. "Reaksioner seharusnya tidak dibiarkan hidup tanpa rasa takut dalam masyarakat kita," tulisnya lagi.
Saat ini pihak berwenang Korea Utara tengah memburu siapa yang membeli film dan drakor itu dari Lee dengan CD dan USB yang diyakini telah dijual dengan harga antara 5-12 dolar AS per film.
Sekarang ada sekitar 20 orang lagi yang dituduh juga menjual musik dan film Korea Selatan dan mereka sedang dalam proses penuntutan. Di Korea Utara, jika ketahuan menonton video Korea Selatan, maka akan menerima hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.