PYONGYANG, iNews.id - Sungguh tragis nasib pria ini. Maksud hati menghibur masyarakat dengan menjual film dan video drama Korea Selatan (drakor), dia harus kehilangan nyawa.
Mirisnya, eksekusi mati tersebut disaksikan langsung anggota keluarganya. Pria bermarga Lee, warga Korea Utara itu dianggap melanggar undang-undang di negara komunis tersebut.
Pemerintah Komunis Korea Utara memang mengharamkan musik, film, dan drakor ditonton oleh masyakatnya. Bagi Pyongyang, drakor, film, dan musik dari Korea Selatan merupakan barang haram. Pelaku yang menyebarluaskan dan menjualnya pun diancam hukuman mati.
Daily NK melaporkan, laki-laki tersebut ditembak oleh regu tembak di Wonsan, Provinsi Gangwon, Kamis (27/5/2021). Dia sudah ditangkap petugas berwenang 40 hari lalu.
Istri, putra, dan putri Lee pingsan di tempat mereka berdiri di barisan depan area eksekusi. Semua orang menyaksikan, pejabat kementerian keamanan negara mengambil dan memasukkan mereka ke dalam truk kargo dengan jendela berjeruji untuk diangkut ke kamp tahanan politik.