Hanif menuturkan, skema proyek TPPAS Lulut Nambo berupa public private partnership (KPBU), yaitu alternatif pembiayaan selain APBD dari pemerintah.
PT Jasa Sarana sudah menjajaki skema pembiayaan untuk pembangunan TPPAS Lulut Nambo melalui sumber pendanaan dengan bermitra bersama Indonesia Infrastructure Finance (IIF), PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) dan Bank Jabar Banten (bank bjb).
Pembangunan pengolahan sampah modern di TPPAS Lulut Nambo ini adalah wujud komitmen Pemprov Jabar dalam menyelesaikan permasalahan sampah regional perkotaan.
Dengan penerapan teknologi tinggi dalam pengelolaan sampah, TPPAS Lulut Nambo juga diharapkan menjadi solusi dan menjadi contoh penanganan sampah di Jabar maupun Indonesia.
"Konstruksi TPPAS Nambo akan dimulai pada tahun 2021 dan diharapkan dapat beroperasi secara optimal pada tahun 2022," tutur Hanif.