Tolak Tambang di Galunggung Tasikmalaya, LAK Galuh Pakuan Dukung Masyarakat Adat

Asep Supiandi
Masyarakat Adat Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya menolak aktivitas tambang di Leuweung Keusik. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id- Penolakan masyarakat adat Galunggung terhadap aktivitas penambangan di Lueweung Keusik, Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, terus mendapat dukungan. Salah satunya datang dari Lembaga Adat Keraton (LAK) Galuh Pakuan yang merasa terusik dengan adanya aktivitas penambangan itu.

Alasannya, aktivitas tambang dapat merusak lingkungan dan Situs Kabuyutan Galunggung yang menjadi pusat peradaban Sunda. Ditambah bisa menghilangkan mata pencaharian warga yang menggantungkan hidupnya pada tanaman hutan, seperti pohon nira untuk produksi gula aren. 

“Galunggung adalah pusat peradaban, di sana ada situs kabuyutan Galunggung yang harus dijaga oleh semua orang. Leuweung yang memberikan hidup bagi warganya,” kata Raja Lembaga Adat Keraton (LAK) Galuh Pakuan Evi Silviadi, pada Jumat, (19/3/2021). 

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Galunggung (AMPAG) yang terdiri dari berbagai komunitas dan unsur masyarakat berkali-kali melontarkan protes, menolak aktivitas tambang yang dilakukan CV Trican di Lueweung Keusik, Galunggung. 

Mereka melihat proses perizinan yang dilakukan PT Trican cacat hukum. Perusahaan itu pernah mengumpulkan warga bersama tokoh masyarakat di desanya tidak untuk bicara soal rencana penambangan pasir, tapi bicara soal rencana pembangunan jalan. Warga juga diminta tanda-tangan tanpa diberi judul itu pertemuan apa. Warga yang tidak hadir ada nama dan tanda-tangannya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Produksi Padi Berlimpah, Bupati Karawang Tolak Impor Beras

57 tahun lalu

14 Karyawan PT Metro Positif, Bupati Purwakarta: Perusahaan Tak Kooperatif

57 tahun lalu

Aliran Hakekok Ada di Purwakarta? Ini Jawaban MUI

57 tahun lalu

Arus Balik lebaran di Lingkar Gentong Tasikmalaya Ramai Lancar di Hari Pertama Kerja

57 tahun lalu

Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Macet, Jangan Tunggu Puncak Arus Balik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal