Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, pejuang kemerdekaan dulu telah berkorban melawan penjajah dengan semangat tinggi. "Saat ini kita semua sedang bersama berjuang untuk mengisi kemerdekaan dengan cara melakukan pembangunan lahir dan batin," ujarnya.
Intoleransi, radikalisme dan terorisme, tutur Kabid Humas, adalah salah satu musuh negara. Apabila paham itu masuk ke masyarakat itu bisa merugikan bangsa dan negara.
"Dalam kesempatan ini mari kita mendeklarasikan bersama untuk menolak paham intoleransi, radikalisme, dan terosrisme," tutur Kombes Pol Ibrahim Tompo.
Kabid Humas mengatakan, ormas, OKP, LSM, organisasi mahasiswa (ormawa), dan pelajar merupakan bagian dari pertahanan semesta dari TNI, Polri, dan pemerintah. "Kami mengajak kepada semua untuk menyukseskan pembangunan di Kabupaten Majalengka dengan menolak intoleransi, radikalisme, dan terorisme," ucap Kabid Humas.