"Pendekatan keamanan di lapangan tidak sesederhana teori. Kadang-kadang orang tidak paham dan menyederhanakan masalah," ujar Gubernur Jabar.
Menurut Kang Emil, pendekatan keamanan di lapangan, pilihannya hanya dua, yakni pendekatan humanis, yaitu melakukan imbauan dan tidak mengganggu acara, dan kelancaran lainnya. Atau pendekan kedua, represif.
"Dalam hitungan aparat keamanan yang dilaporkan ke saya, kalau dilakukan represif, akan ada potensi gesekan. Nanti malah viral lagi, pelanggaran HAM, atau hal-hal yang sifatnya akan menggiring penegakannya hilang, menjadi represif aparat," tutur Kang Emil.
Bahkan, kata Gubernur Jabar, sebelum acara di Megamendung digelar pun, aparat sudah melakukan pencegahan secara persuasif pada malam harinya melalui perwira dari Kodim untuk memberikan pengertian agar acara dibatasi.
"Namun, keesokan harinya, euforia dari masyarakat itu tidak bisa dibendung, sehingga Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah menurunkan sekitar 1.200 personel ditambah 500 personel dari TNI," kata Gubernur Jabar.