Rata-rata pedagang di Pasar Panorama, Lembang, kini hanya menerima pasokan 50 kilogram minyak curah. Sebaliknya, minyak goreng kemasan cukup melimpah di pasar tetapi harganya lebih mahal sehingga hanya kalangan tertentu saja yang beli. Sementara untuk pedagang gorengan kebanyakan memilih minyak curah.
"Kasian ke pedagang kecil seperti pedagang makanan dan penjual goreng, karena kalau beli minyak goreng kemasan keuntungan mereka gak ada, kecuali kalau berani naikin harga, tapi pasti konsumen keberatan," ujarnya.
Samsi sempat mendapat informasi dari Disperindag KBB akan ada minyak curah dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dijual ke pedagang di pasar tradisional. Tapi sampai sekarang rencana tersebut belum juga terlaksana.
Padahal sebentar lagi akan memasuki bulan puasa sehingga pasti banyak masyarakat yang mencari minyak goreng curah. "Semoga saja menjelang bulan suci Ramadan nanti harga-harga kembali normal, khususnya minyak goreng yang sudah beberapa bulan ini harganya sangat memberatkan," tutur Samsi.