Nadiem Makarim menuturkan, selama kegiatan belajar tatap muka tersebut, pihak sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan virus Covid-19.
Selain itu, sekolah tatap muka tidak dilaksanakan setiap hari, namun hanya masuk dua atau tiga kali seminggu. "Bisa dua kali seminggu atau tiga kali seminggu. Sekali lagi itu harus dengan prosedur kesehatan yang sudah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud dalam aturan (sekolah)," tutur Nadiem.
Menurutnya, banyak guru sudah kangen dengan para murid karena selama pandemi Covid-19 tidak bisa bertatap muka langsung. Selain itu juga banyak guru yang terkendala dengan sistem pembelajaran jarak jauh. "Jadi kami harap dengan adanya akselerasi vaksinasi ini para guru bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," tutur Nadiem.