Kasus Stunting di Kota Bandung Banyak Terjadi di Kawasan Padat Penduduk

Arif Budianto
Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded (kerudung merah). (Foto: Arif Budianto)

BANDUNG, iNews.id - Kasus stunting atau gangguan tumbuh kembang anak di Kota Bandung sebagian besar terjadi di kawasan padat penduduk. Penyebabnya, anak-anak yang lahir di kawasan itu tak terperhatikan kebutuhan gizinya.

Ketua TP-PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded mengatakan, di Bandung juga masih banyak bayi yang lahir dalam keadaan stunting atau terganggu tumbuh kembangnya. Terutama yang tinggal di kawasan padat penduduk. Itu terjadi karena kesadaran masyarakat terhadap makanan bergizi belum maksimal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, kata Siti, memiliki tugas menuntaskan permasalahan stunting. Harus ada inovasi-inovasi yang dilakukan oleh semua pihak agar angka stunting dapat ditekan. 

"Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) yang berbasis gerakan masyarakat harus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Rumah Aqiqah," kata Siti seusai acara penandatangan perjanjian kerja sama antara Bandung Tanginas bersama Rumah Aqiqah di Pendopo, Rabu (24/2/2021). 

Kerja sama tersebut, ujar istri Wali Kota Bandung ini, sebagai salah satu upaya untuk menurunkan angka stunting. Nanti, TP PKK Kota Bandung akan membantu menyalurkan makanan aqiqah kepada daerah yang rawan stunting.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tekan Stunting, BKKBN Kerahkan Jutaan Kader hingga ke Desa

57 tahun lalu

Diresmikan Maret, Bantaeng Punya Gedung Pusat Penanggulangan Stunting

57 tahun lalu

Kemenag Siap Turunkan 50.000 Penyuluh Edukasi Stunting dan Prokes 5M

57 tahun lalu

Atasi Stunting, Calon Pengantin Harus Lapor Tiga Bulan Sebelum Nikah

57 tahun lalu

Peringati Hari Gizi Nasional, MNC Peduli Gelar Giat Sosial Antisipasi Stunting di Sukabumi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal