Kubah-kubah tersebut dilapisi dengan emas 24 karat setebal 2 hingga 3 milimeter. Bukan hanya bagian kubah saja yang dilapisi emas, bagian relief di atas tempat podium imam, dekorasi kaligrafi langit-langit masjid dan pagar di lantai dua juga dilapisi emas yang berbeda-beda karatnya. Sisa-sisa emas juga digunakan untuk membalut mahkota pilar masjid yang berdiri kokoh berjumlah 168 pilar.
Enam menara di masjid ini yang terdapat di luar bangunan masjid dibalut dengan batu granit dari Italia dengan ornamen melingkar. Di puncak keenam menara itu diletakkan kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sebagian besar bahan untuk membangun masjid ini diimpor dari Italia dan Turki.
Terdapat tiga teknik pemasangan emas yang dilakukan di masjid ini. Pertama, pemasangan dengan serbuk emas untuk bagian mahkota pilar. Kedua, teknik gold platting untuk bagian lampu gantung, ornamen kaligrafi, pagar mezanin dan ujung langit-langit kubah. Dan yang ketiga, dengan teknik gold mozaik solid untuk pemasangan kubah utama dan kubah menara.
Arsitektur dari Masjid Kubah Emas Depok dirancang dengan merepresentasikan beberapa filosofi agama Islam.
Filosofi tersebut dapat terlihat pada kubah yang berjumlah 5 melambangkan rukun Islam, sedangkan 6 menara merupakan simbol rukun iman. Di pintu masuk masjid, termasuk pintu menara berjumlah 17 yang selaras dengan jumlah rakaat pada shalat fardhu umat Islam.
Di kaki kubah utama ada 33 jendela yang menggunakan kaca patri. Setiap jendela ada 3 nama Tuhan dalam agama Islam, yang kalau dikalikan 33 menjadi 99 yang sama dengan asmaul husna atau nama-nama Tuhan dalam Islam.
Itu dia penjelasan mengenai sejarah Masjid Kubah Emas di Depok. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan.