Sejarah Gua Sunyaragi, Tempat Menyepi Para Sultan Cirebon

Agus Warsudi
Gua Sunyaragi yang dibangun pada masa Kesultanan Cirebon jadi objek wisata unik di Kota Cirebon. (Foto: iNews.id/DOK)

Menurut Caruban Kandha dan beberapa catatan dari Keraton Kasepuhan, Tamansari dibangun karena Pesanggrahan Giri Nur Sapta Rengga berubah fungsi menjadi tempat permakaman raja-raja Cirebon, yang sekarang dikenal sebagai Astana Gunung Jati.

Hal itu terjadi karena perluasan Keraton Pakungwati (sekarang Keraton Kasepuhan Cirebon) pada 1529 Masehi dengan pembangunan tembok keliling keraton, Siti Inggil, dan lain-lain.

Sebagai data pembandingan, Siti Inggil dibangun dengan ditandai candrasengkala Benteng Tinataan Bata pada 1529 Masehi.

Di Gua Sunyaragi terdapat Taman Candrasengkala yang dibangun pada 1529. Di kedua tempat itu juga terdapat persamaan, yakni terdapat gapura Candi Bentar yang sama besar bentuk dan penggarapannya. Pangeran Kararangen hanya membangun kompleks Gua Arga Jumut dan Mande Kemasan.

Gua Sunyaragi pertama kali digunakan pada 1596 Masehi, mengacu kepada Sandra Cangkala (bulan dan waktu) dan Sultan yang meresmikan adalah Pangeran Emas Zainul Arifin, cucu Sunan Gunung Jati.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Garis Pantai Terancam Erosi, Pegadaian Tanam 10.000 Pohon Mangrove di Cirebon

57 tahun lalu

Pura-pura Ikut Rombongan Pengantin, Pria asal Cilacap Gasak Motor Warga di Cirebon

57 tahun lalu

Batik Trusmi Mewakili Keraton Kasepuhan Cirebon, Tampil dalam Acara Istana Berbatik

57 tahun lalu

Batik Kebanggaan Cirebon Ikut Ambil Bagian di Istana Berbatik, Highlight Mega Mendung 

57 tahun lalu

TPA Kopi Luhur Kota Cirebon Kembali Terbakar, Api Berkobar di Sisi Selatan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal