Ketiga, tutur Irna, diakibatkan oleh tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi pada pengidap Covid-19. Kurangnya asupan nutrisi sehari-hari akibat susah makan atau minum juga akan menimbulkan sariawan.
Tidak hanya sariawan, ada sejumlah kelainan lain pada mulut karena dipicu oleh Covid-19. Salah satunya diakibatkan dari proses terapi dan tindakan perawatan medis untuk pasien Covid-19.
Irna menuturkan, selain sariawan berbentuk stomatitis, pasien Covid-19 juga rentan mengalami kelainan lidah, antara lain: lidah pecah-pecah (fissure tongue), munculnya bercak merah dan putih seperti sebuah peta (geographic tongue) hingga munculnya lapisan tebal atau plak pada lidah.
Sementara pada rongga mulut, pasien juga bisa mengalami bercak merah pada rongga mulut, air liur yang menjadi kental, rongga mulut berjamur, infeksi virus herpes, serta kelainan nonspesifik seperti munculnya bercak kemerahan di sekitar amandel.
“Gejala ini mungkin bisa muncul sebagai koinfeksi atau manifestasi sekunder dari penyakit sistemik yang menyertainya,” kata Irna.