Di keluarga, Puput merupakan satu-satunya anak dari pasangan Misja dan Eti yang aktif dalam bidang tersebut. Kegigihan Puput disinyalir menurun dari sang ibu, yang juga cukup aktif dalam berbagai kegiatan. "Dia satu-satunya yang aktif, dari mulai SD. Kalau tingginya mah, kayaknya ambil dari Abah (ayah)," tuturnya.
Sebagai Paskibra Jabar, Puput sudah terpisah dari keluarga sejak awal Agustus 2022 lalu. Keluarga sempat kembali bertemu saat dilakukan pengukuhan oleh Gubernur Ridwan Kamil pada Minggu (14/8/2022).
"Puput berangkat pada 4 Agustus. Kami ketemu lagi pas pengukuhan. Itu pun hanya 30 menit-an. Karena dia kan harus bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain sesama Paskibra Jabar. Chatt juga jarang karena kan karantina," ucap Dani Romdani.
"Tapi nggak apa-apa. Ini jadi pengalaman sangat berharga, dan kami, keluarga pun cukup bahagia dengan keberhasilan Puput ini. Kami, di tengah kondisi (ekonomi) seperti ini, tapi bisa sampai ke Provinsi, yang saingannya itu nggak sedikit," ujarnya.
Dari Majalengka, tutur Doni Romdani, sebenarnya ada tiga siswa yang direkomendasikan untuk paskibra tingkat provinsi. Namun, setelah dilakukan seleksi, hanya Puput yang dinyatakan lolos. "Awalnya dua putri, satu putra," tutur Dani Romdani.
Keluarga masih harus bersabar, setidaknya sampai 21 Agustus mendatang. Pasalnya, seusai upacara 17 Agustus, Puput tidak bisa langsung pulang. "Katanya ada kegiatan lagi. Rencana pulang mungkin 21 Agustus. Kayaknya dijemput lagi dari Dispora Majalengka, seperti pas berangkat kemarin. Minta doanya, muga-muga lancar semuanya," ucapnya.