Gunung Sunda ini diperkirakan memiliki tinggi sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut dan menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa saat itu. Saat ini sisa dari gunung purba tersebut adalah punggung bukit.
Gunung Sunda pernah meletus dan memunculkan kaldera baru yang sangat luas yang merupakan cikal bakal Gunung Tangkuban Parahu. Kaldera ini dikenal sebagai Kaldera Sunda yakni kaldera raksasa yang terbentuk sekitar 105.000 tahun yang lalu saat zaman Pleistosen. Kaldera ini juga meliputi keseluruhan Bandung Utara serta Cekungan Bandung.
Mochamad Nugraha Kartadinata, seorang geolog dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan, letusan besar Gunung Sunda terbagi menjadi beberapa fase, yaitu fase pertama sekitar 210.000 hingga 128.000 tahun lalu.
Pada fase ini letusan disertai aliran lava dan episode 13 unit letusan, dalam satu unit letusan terjadi lebih dari satu kali letusan besar. Sekitar 105.000 tahun yang lalu, beberapa fase letusan yang menyebabkan runtuhnya badan Gunung Sunda hingga membentuk sebuah kaldera.
Pada fase ini terbagi menjadi tiga, yaitu, plinian, freatomagmatik, dan ignimbrit. Pada fase ignimbrit, terjadi lontaran material gunung hingga mencapai 66 km kubik dan menutupi area di radius 200 km persegi.