Namun perjalanan Rifqi tidak berhenti di ruang akademik. Namanya juga lekat dengan dunia kepemiluan. Dia pernah menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 2013-2018 sebelum dipercaya menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jabar periode 2018-2023.
Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam mengenai demokrasi, tata kelola organisasi, hingga karakter sosial-politik masyarakat Jabar.
Di luar profesi formal, Rifqi juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Dia tercatat aktif di KNPI Kota Bandung, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, memimpin Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung pada 2010-2018 dan beberapa organisasi lainnya.
Di balik perjalanan tersebut, Rifqi memegang satu filosofi yakni setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Baginya, kepemimpinan bukan semata tentang posisi, melainkan momentum untuk hadir dan memberi manfaat, sekaligus memahami kapan harus memberi ruang bagi peran berikutnya.
“Ada satu periode di mana orang harus eksis dan berperan besar di situ, tapi ada satu waktu di mana dia harus bergeser ke tempat lain,” tuturnya.
Filosofi itu pula yang menjadi pijakan dalam melihat politik di Jawa Barat: tumbuh bersama masyarakat dan memastikan keberadaan partai memberi dampak nyata.
“Kita maju bersama rakyat, kita juga menang bersama rakyat. Harapannya, Perindo tidak hanya dikenal, tapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.