Kang Emil menuturkan, OPOP merupakan program peningkatan perekonomian pesantren melalui unit-unit usaha yang dikembangkan hingga akhirnya menjadi pesantren yang mandiri. Sejak digulirkan pada 2019, OPOP menargetkan 5.000 pesantren ikut bergabung hingga tahun 2023.
Sampai hari ini target tersebut telah terlampaui yaitu 5.018 pesantren dan sudah bisa mengembangkan usahanya. Pesantren yang menerapkan OPOP tersebar di 27 kabupaten/kota dengan 10 bidang usaha bervariasi.
Dari bidang usaha makanan, pertanian, peternakan, jasa dan lainnya. Program OPOP telah banyak ditiru provinsi lain seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan telah meraih penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik dari Pemerintah Pusat.
Gubernur ingin cerita sukses OPOP bisa menyebar dan semakin banyak direplikasi di seluruh Indonesia. "Tidak hanya di Jabar kesuksesan OPOP harus meng-Indonesia dan suatu hari tidak hanya di Indonesia tapi dunia. Karena suatu hari pesantren harus kuat ekonominya dan bisa mendunia dimulai dari Jabar," ucap Kang Emil.
Temu Bisnis OPOP di Masjid Raya Al Jabbar menampilkan produk khas dari 200 pesantren. Sebagai apresiasi, Pemdaprov Jabar menyerahkan hadiah bagi 21 pondok pesantren Juara OPOP tingkat provinsi dengan hadiah masing-masing Rp200 juta.
Selain hujan hadiah, Temu Bisnis OPOP bertambah spesial karena di tempat yang sama juga digelar Mumtaz Festival 2023 yang menghadirkan pameran produk UMKM Zilenial, festival band antarperangkat daerah, fun bike, dan lain-lain, yang telah digelar sejak Jumat (18/8/2023).
Tak hanya itu, Temu Bisnis OPOP juga digelar bertepatan dengan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jabar yang jatuh setiap 19 Agustus.