Menurut dia, Ridwan Kamil mencatat tujuh peluang yang dapat dimaksimalkan, agar bertahan dari krisis untuk bangkit dan memajukan kawasan.
"Ini yang kemudian coba ditekankan kepada BUMD. Tujuh peluang di era AKB (adaptasi kebiasaan baru) yang dapat dimaksimalkan BUMD bersama BUMN menjadi nilai lebih ekonomi demi kesejahteraan raykat," ujar Rafi.
Rafi pun memaparkan ketujuh peluang tersebut. Pertama, eksodus perusahaan dari Tiongkok ke negara lain yang lebih aman dari Covid-19. Kedua, kebangkitan etos kemandirian atau swasembada kebutuhan dalam negeri.
"Ketiga, rebound dan adaptasi sektor pariwisata digabungkan dengan pelayanan kesehatan mencontoh Singapura atau Penang," tuturnya.
Keempat, ujar Rafi, automatisasi Revolusi Industri 4.0 di mana dunia usaha harus mampu memanfaatkan digitalisasi layanan dan optimalisasi karyawan. Kelima, peluang pengembangan usaha melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Peluang keenam, yakni bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, atau energi non-fosil seperti sepeda yang sedang menjadi tren gaya hidup sehat seperti sekarang.
"Peluang ketujuh cara klasik, yakni memaksimalkan potensi pariwisata dan wisatawan lokal di Jawa Barat," ujar Rafi.