"Ini aksi masyarakat Indramayu peduli Palestina, bentuk solidaritas kita warga Indramayu yang tergabung dari berbagai elemen. Kami ingin menyuarakan dan membuktikan bahwa masyarakat Indramayu masih peduli terhadap perjuangan saudara-saudara kita yang ada di Palestina," kata Erul Mustaqim.
Erul Mustaqim menyatakan, menyikapi perkembangan konflik antara Palestina dan Israel yang semakin meningkat, maka perlu sikap tegas masyarakat peduli Palestina Indramayu untuk senantiasa mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina.
Karena itu, tutur Erul, dalam aksi tersebut masyarakat peduli Palestina Indramayu menyampaikan 5 poin pernyataan sikap. Pertama, turut prihatin serta menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban, mereka para syuhada yang tengah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.
Kedua, mengutuk keras penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina. Ketiga, mengecam Amerika Serikat atas keputusan mengirim Kapal Induk ke laut dekat Israel. Keempat, penjajahan Israel terhadap Palestina adalah bukti pelanggaran atas Piagam PBB dan berbagai keputusan forum internasional.
Kelima, masyarakat Peduli Palestina Indramayu senantiasa mendukung langkah Pemerintah Indonesia untuk terus melakukan upaya diplomasi Internasional menyuarakan dukungan kemerdekaan bagi bangsa Palestina.
"Dari lima penyataan sikap ini, intinya kami mengutuk keras apa yang dilakukan zionis Israel terhadap warga Palestina. Kita juga menginginkan seluruh dunia mendukung kemerdekaan Palestina. Kami juga mendesak agar dibuka pintu Rafah, sebagai jalur masuknya bala bantuan kemanusiaan untuk Palestina," tutur Erul.