"Sebenarnya spiritnya baik, doanya baik, cuma aplikasinya ya merubah bentuk karangan bunga sehingga yang terjadi sampah yang menumpuk," ujarnya.
Jibril mengungkapkan, dalam proses pembuatan karya seni itu, dirinya melibatkan sejumlah mahasiswa seni rupa dari tiga universitas di Bandung. Dia menambahkan, ada lima bahan utama dari bunga papan itu yang bisa diolah.
"Kalau kita pecah kurang lebih ada material utama. Styrofoam, PE foam (busa), bambu, kawat, dan bunga. Dari lima itu yang gak bisa kita olah bunganya karena sudah terlanjur busuk. Belum sempat kita keringkan jadi momentumnya terlewat. Sisanya yang kita olah PE foam dan styrofoam," katanya.
Jibril mengatakan, selama proses produksi, Ridwan Kamil berpesan agar karya yang dihasilkan punya nilai kebermanfaatan bagi masyarakat.
"Pesan khusus dari Pak Gubernur yang jelas adalah kebermanfaatan yang berlanjut itu kata kuncinya sehingga spirit positif Eril terus berlanjut jadi amal jariyah buat almarhum," tutur dia.
Setelah proses kreatif yang panjang, kata Jibril, limbah bunga papan itu akan dibuat menjadi bangku taman serta trofi bagi masyarakat inspiratif yang akan dibagikan pada peringatan setahun meninggalnya Eril.
"Bentuknya kita arahkan ke karya yang punya fungsi publik, seperti kursi yang harapannya ekpektasinya di lain kesempatan bisa diperbanyak diberbagai ruang publik khususnya di taman dan dibuat trofi juga," ucapnya.