Tidak hanya rumah tinggal, bahkan aktivitas sehari-hari warga telah menyatu dengan rel yang sudah berubah fungsi menjadi jalan dan area bangunan.
“Kalau di RT ini, hampir semua bangunan permanen. Bahkan ada yang masih ada rel dalam rumahnya,” kata Dadan.
Diperkirakan, lebih dari 200 jiwa akan terdampak langsung jika reaktivasi benar terjadi. Bahkan satu masjid yang menjadi pusat kegiatan warga juga terancam tergusur.
“Yang penting kami ada buat hunian lagi, tidak masalah mau kecil juga,” ujar Dadan.