Saat ini masih dilakukan tahapan proses pengadaan dosis vaksin yang direncanakan 600 dosis. Jika vaksin tersebut sudah tersedia, akan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan vaksinasi flu burung.
Andaikan masih kurang, bisa meminta droping ke Pemprov Jabar. "Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk vaksinnya jika masih kekurangan. Di bulan ini kami targetkan pengadaan 600 dosis," ujar dia.
Program vaksinasi ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah unggas atau hewan ternak terinfeksi flu burung.
Penyakit itu menyerang unggas yang disebabkan oleh virus influenza type A subtipe H5 dan H7. Virus ini merupakan virus ss-RNA yang tergolong family Orthomyxoviridae.
"Penyakit ini bersifat zoonosis dan angka kematian sangat tinggi. Untuk penularannya bisa melalui kontak langsung atau tidak langsung. Seperti saluran pernapasan, lendir, feses atau melalui debu, pakan, air minum, peralatan kandang, dan yang lainnya," tutur Mita Mustikasari.
Diketahui teror penyakit flu burung telah menyebabkan puluhan unggas milik peternak di RT 05/04, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, mati mendadak.
Kematian itu sudah terjadi dalam sepekan terakhir atau sejak dari mulai 16 hingga 21 Februari 2023.