"Buat kami itu peristiwa biasa jadi tidak mengejutkan. Saya tidak tahu kalau di luar malah jadi viral," katanya.
Anto mengatakan, Pemerintah Desa Muarabaru semula hendak menjadikan pulau pasir itu sebagai tempat wisata. Namun karena pulau pasir itu sering muncul kemudian hilang kembali hingga pihaknya membatalkan rencana tersebut.
"Pulau pasir itu cukup luas, namun yang sering terbentuk itu seluas dua kali lapangan bola," katanya.