Potret Kemiskinan di Indramayu, Tukang Becak Ini Nafkahi Keluarga dengan Penghasilan Rp20.000 per Hari

Andrian Supendi
Nurudin dan istrinya Sutirah tinggal di rumah tak layak huni. (FOTO: ANDRIAN SUPENDI)

"Selama ini rumah saya belum dipasang listrik, karena saya belum ada biaya untuk memasangnya. Ini juga beberapa lampu dapat nyalur dari rumah saudara saya," tutur Nurudin.

Katirah (38), istri Nurudin, mengatakan, dia bersama Nurudin sudah sekitar 30 tahun tinggal di rumah dengan kondisi seperti itu dan serba kekurangan. "Dengan penghasilan suami saya sebagai tukang becak memang jauh dari kata cukup. Jika tidak ada duit terpaksa harus pinjam ke saudara ataupun tetangga. Sekarang juga hutang saya sudah banyak," kata Katirah.

Katirah menyampaikan, saat ini dirinya telah memiliki empat orang anak, paling kecil berusia 5 tahun. "Sebetulnya saya sudah memiliki enam anak. Namun yang dua meninggal, jadi anak saya sekarang ada empat. Dua anak saya tinggal bersama saya di rumah ini, sedangkan yang dua lagi tinggal bersama saudara saya," ujarnya.

Sementara itu, Saripin (51), kepala dusun mengatakan, sejauh ini pihak pemerintah desa sudah mengupayakan berbagai macam bantuan untuk keluarga Nurudin, di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), pengadaan toilet, termasuk rutilahu dari pemerintah desa. Semua bantuan-bantuan itu keluarga Nurudin dapat.

"Namun, ketika mendapat rutilahu dari pemerintah pusat Nurudin menolak dengan alasan untuk biaya penanggulangannya tidak ada, di antaranya biaya tukang dan konsumsinya," kata Saripin saat mendampingi MNC Portal berkunjung ke rumah keluarga Nurudin.

Saripin menyatakan, tak hanya itu, saat mendapatkan program pemasangan listrik murah dari pemerintah desa, Nurudin pun kembali menolak, karena harus mengeluarkan biaya pemasangan Rp400.000.

"Penolakan bantuan listrik murah karena harus mengeluarkan biaya sebesar Rp400.000. Lantaran ada penolakan dari yang bersangkutan (Nurudin), sampai sekarang keluarga Nurudin belum mendapat bantuan rutilahu dari pusat dan listrik murah dari desa. Alasannya, memang karena ekonomi untuk biayai lain-lainnya," ujar Saripin.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh, Hiu Paus Terdampar di Pantai Eretan Kulon Indramayu

57 tahun lalu

Unik, Ada Musala di Indramayu Berbentuk Kapal, Seakan Berlayar Menuju Kakbah

57 tahun lalu

Dihantam Truk, Elf Masuk Irigasi di Pantura Indramayu, Ibu Rumah Tangga Tewas

57 tahun lalu

Diduga gegara Batal Kerja di Pabrik Lumpia, Pemuda di Indramayu Gantung Diri

57 tahun lalu

Hendak Perang Sarung, 6 Remaja di Indramayu Diamankan Polisi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal