"Setelah dilakukan tes minyak rem pun, terdapat kandungan air lebih dari 4 persen. Ini sudah melewati tes indikator minyak," ucapnya.
Dia mengungkapkan, fakta berikutnya, jarak antarkampas rem yang idealnya 0,45 milimeter, namun dari pemeriksaan ditemukan fakta jarak atau celah antarkampas hanya 0,3.
"Artinya di bawah standar," ucapnya.
Menurutnya, tim juga menemukan kebocoran di sambungan booster rem. Kondisi ini menyebabkan fungsi rem tidak optimal.
"Hasil pemeriksaan terhadap pengemudi dan saksi lain, kami mendapatkan keterangan bahwa pengemudi atas nama Sadira (51 tahun) warga Kota Bekasi mengetahui kendaraan ini bermasalah fungsi rem," ucapnya.
Fakta itu, lanjut dia dibuktikan dengan upaya perbaikan rem bus tersebut. "Pertama di dekat Gunung Tangkubanparahu diperbaiki oleh mekanik atas panggilan dari sopir," katanya.