Polisi Buru Pengunggah dan Penyebar Video Anak di Tasikmalaya Dipaksa Perkosa Kucing

Agus Warsudi
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompol. (Foto: ISTIMEWA)

Diketahui, permintaan agar polisi lebih fokus memburu pelaku yang mengunggah, menyebarkan, dan memviralkan video anak dipaksa perkosa kucing disampaikan Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, aparat penegak hukum lebih baik mengejar pelaku yang membuat, mengunggah, dan menyebarluaskan video anak di Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, dipaksa memperkosa kucing. Uu Ruzhanul Ulum menilai, video itu dimanfaatkan oleh pengunggah.

Pernyataan itu disampaikan Uu Ruzhanul Ulum saat berkunjung ke Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna, Sabtu (23/7/2022).

"Apalagi ini kan anak kecil seperti itu. Mohon maaf, itunya (alat kelamin korban) tidak bangun. Mau ini (persetubuhan) bagaimana? Kan begitu. Secara kasat mata di video seperti itu. Tidak ada persetubuhan," kata Wagub Jabar.

Uu Ruzhanul Ulum menyatakan, ada hal yang dimanfaatkan oleh orang lain. Karena, di awal video ada pembukaannya. Pembukaan seperti itu, persetubuhan dengan kucing. "Paling, menurut saya, yang harus dikejar itu adalah mereka yang membuat dan menyebarkan (video) hal semacam itu," ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Wagub Jabar Minta Kasus Anak di Tasikmalaya Dipaksa Perkosa Kucing Diselesaikan Damai

57 tahun lalu

Presiden Jokowi Prihatin atas Kasus Anak di Tasikmalaya Meninggal seusai Dipaksa Perkosa Kucing

57 tahun lalu

Ridwan Kamil: Pelaku Perundungan Anak Tasikmalaya Harus Disanksi meski di Bawah Umur

57 tahun lalu

KPAID Laporkan Kasus Perundungan Bocah Hingga Meninggal Akibat Depresi ke Polres Tasikmalaya

57 tahun lalu

15 Orang Diperiksa terkait Anak Tasikmalaya Meninggal Diduga akibat Dipaksa Perkosa Kucing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal